Usulkan Percepatan Pembangunan Jalan Lesten, Bupati Gayo Lues: Pembangunan Permanen Perlu Segera Dimulai
Agustus 26, 2026
Usulan ini untuk memulihkan konektivitas di Gayo Lues yang terdampak bencana hidrometeorologi sekaligus memastikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali normal.
Bupati Gayo Lues, Suhaidi mengatakan usulan itu tindak lanjut dari dua kali kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke daerahnya. Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran meninjau kondisi infrastruktur terdampak bencana dan meminta pemerintah daerah mengajukan usulan pembangunan ke pemerintah pusat.
"Penanganan darurat sudah berjalan bertahap. Namun, pembangunan permanen perlu segera dimulai agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terus terhambat," kata Suhaidi, Rabu (26/8/2026).
Di antara tujuh jembatan itu, empat di antaranya masing- masing sepanjang 80 meter, yakni Jembatan Aih Bobo, Jembatan Kendawi, Jembatan Atu Peltak Penomon Jaya, serta Jembatan Simpang Kenyaran-Aih Ilang.
Lalu, Jembatan Rerebe di Tripe Jaya dan Jembatan Pintu Rime, masing-masing 180 meter. Terakhir, Jembatan Lesten dengan bentang 120 meter.
Pemda juga mengusulkan pembangunan Jalan Lesten sepanjang 10,7 kilometer.
"Akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama kami agar masyarakat Gayo Lues bisa kembali beraktivitas dengan aman dan lancar," ujar Suhaidi.
Di sisi lain, pengerjaan sejumlah jembatan darurat terus dikebut. Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mengatakan beberapa jembatan darurat telah disiapkan dan tinggal dipasang.
"Beberapa jembatan telah disiapkan tinggal proses pemasangan. Rumitnya kondisi lapangan menjadi tantangan percepatan penanganan jembatan darurat seperti di Pining [Gayo Lues]," kata Safrizal, Selasa (25/8/2026).
"Satgas PRR memfasilitasi [penyelesaian] hambatan-hambatan di lapangan. Kami mendorong para kepala daerah wilayah Tengah Aceh melakukan percepatan rehab-rekon," lanjutnya.