Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kebakaran Melanda TN Way Kambas, 673 Hektare Area Konservasi Terdampak

                          (Doc-nixnews)

Lampung, bukainnews.id – Upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, terus dilakukan oleh petugas gabungan. Hingga kini, area yang terdampak kobaran api diperkirakan mencapai 673,4 hektare.

Kebakaran diketahui terjadi sejak Jumat (21/8/2026) dan sempat terekam oleh warga. Rekaman tersebut kemudian menyebar melalui media sosial.

Kepala Balai TNWK Zaidi mengatakan petugas masih berupaya mengendalikan kobaran api di sejumlah titik. Proses penanganan disebut menghadapi kondisi lapangan yang cukup berat.

"Kondisi lapangan sangat kering dan tidak ada air. Kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi, harus jalan kaki," ujarnya.

Keterbatasan air serta sulitnya akses kendaraan membuat petugas harus berjalan kaki menuju lokasi. Karena itu, kebutuhan tambahan berupa personel, logistik dan mesin pompa portable masih diperlukan untuk mendukung proses pemadaman.

"Teman-teman lagi berjibaku di lapangan, belum bisa kita mintain dokumentasi. Butuh bantuan personel, logistik dan mesin pompa portable," ungkapnya.

Zaidi sebelumnya membenarkan kebakaran tersebut dan mengatakan petugas telah berada di lapangan sejak Jumat siang.

"Teman-teman kami masih berjibaku di lapangan sejak siang kemarin (Jumat, 21 Agustus 2026)," kata Zaidi saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8).

Bantuan kemudian datang dari Kodam XXI/Radin Inten. Personel Yonif TP 943/Darah Putih Cakti bersama kendaraan pemadam dan sejumlah peralatan dikerahkan untuk membantu proses penanganan.

"Personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 943/Darah Putih Cakti dengan dilengkapi 2 mobil pemadam kebakaran, 1 mobil tangki Air, Truk NPS, Drone, dikerahkan untuk membantu pemadaman di bawah kendali operasi Dandim 0429/LT," ujar Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Sabtu (22/8).

Selain pemadaman langsung di darat, pemerintah juga menyiapkan langkah penanganan melalui modifikasi cuaca. Koordinasi hujan buatan dilakukan dengan BPBD Provinsi dan direncanakan berlangsung Senin (24/8/2026).

"Sedang dikoordinasikan dengan BPBD Provinsi hujan buatan yang akan dilaksanakan hari Senin, 24 Agustus 2026," terangnya.

Upaya pemadaman dari udara juga disiapkan dengan mengoordinasikan pengerahan helikopter water bombing dari Palembang.

"Helly Water Bombing dari Palembang sedang dikoordinasikan segera mungkin," tambahnya.

Meski kebakaran melanda area konservasi yang luas, hingga kini belum ada laporan terkait satwa liar yang menjadi korban, termasuk gajah.

Sementara itu, pengelola TNWK menduga kebakaran tersebut bukan terjadi secara alami, melainkan ada unsur kesengajaan. Dugaan itu mengacu pada pola kejadian serupa yang pernah terjadi sebelumnya di kawasan TNWK.