Data Desil Berbeda, Mahasiswi Berprestasi di Surabaya Terancam Kehilangan Beasiswa
Agustus 25, 2026
Surabaya, bukainnews.id – Diandra Fristi, seorang mahasiswi berprestasi asal Surabaya, harus berjuang keras agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya setelah terkendala persoalan data kesejahteraan.
Diandra menghadapi kesulitan membayar UKT karena tidak dapat memperoleh beasiswa Be Smart. Saat mengakses aplikasi Pemerintah Kota Surabaya untuk mendaftar program tersebut, status kesejahteraannya tercatat berada di Desil 7.
Padahal, berdasarkan data Dinsos Surabaya, Diandra tercatat masuk Desil 2. Perbedaan pencatatan tersebut membuatnya tidak memenuhi kategori keluarga miskin atau prasejahtera yang menjadi sasaran program beasiswa.
Kondisi tersebut membuat Diandra harus mencari berbagai cara untuk membiayai kuliahnya. Ia bahkan sempat berutang dan berjualan gantungan kunci demi memenuhi kebutuhan pendidikan.
Masalah data tersebut kemudian mendapat perhatian dan dimediasi oleh Wakil Wali Kota Surabaya Armuji bersama BPS Kota Surabaya. Menurut Kepala BPS Surabaya Arrief Chandra Setiawan, ketidaksesuaian data desil terjadi lantaran Dinsos Surabaya belum mendapatkan data pemutakhiran dari Kementerian Sosial.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, BPS berupaya mempercepat penerimaan dan proses pemutakhiran data. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan yang membuat Diandra kesulitan mendapatkan beasiswa.