Dana Stimulan Pascabencana di Pidie Jaya Bantu Warga Bangkitkan Ekonomi Keluarga
Juli 02, 2026
Aceh, bukainnews.id - Kesempatan untuk memulai kembali kehidupan dimanfaatkan sejumlah penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dengan membuka usaha mikro di kawasan hunian sementara (huntara). Langkah tersebut dilakukan setelah mereka menerima dana stimulan pascabencana yang tidak hanya digunakan untuk memperbaiki rumah, tetapi juga sebagai modal menghidupkan kembali perekonomian keluarga.
Salah satu penyintas, Milawati, warga Desa Meunasah Lhok, memilih memanfaatkan sebagian bantuan yang diterimanya untuk membuka usaha makanan ringan di kawasan huntara. Keputusan itu diambil meski ia sempat menghadapi banjir susulan ketika rumahnya masih dalam proses pembersihan.
"Hasil jualan ini kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu ekonomi keluarga," ujarnya saat ditemui di Kompleks Huntara Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, awal Juni 2026.
Selain memperbaiki kerusakan rumah akibat bencana, usaha kecil yang dijalankannya kini menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kisah serupa juga dialami Salwati, warga Desa Meunasah Lhok. Bantuan dana stimulan dimanfaatkannya sebagai modal usaha dengan menjual berbagai makanan dan minuman di sekitar kawasan huntara. Kehadiran usaha tersebut turut memenuhi kebutuhan warga yang tinggal di lokasi hunian sementara.
Di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan pascabencana, aktivitas berdagang menjadi alternatif bagi Salwati untuk memperoleh penghasilan dan menopang perekonomian keluarganya.
Pengalaman kedua penyintas tersebut menunjukkan bahwa bantuan dana stimulan yang disalurkan melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera tidak hanya berperan dalam mempercepat perbaikan tempat tinggal warga terdampak, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai usaha kecil yang mendukung proses pemulihan ekonomi masyarakat.
Melalui usaha yang dirintis di kawasan huntara, para penyintas berupaya membangun kembali kehidupan mereka secara mandiri sembari menata masa depan dengan optimisme setelah terdampak bencana.