Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Karawang Diuji Ketidakpastian Iklim dan Dinamika Global, H. Asep Syaripudin: DPKPP Sudah Harus Memastikan Pasokan Air Tersedia

                            (Doc-Istimewa)

Karawang, bukainnews.id - Kabupaten Karawang sebagai lumbung padi nasional kini tengah diuji oleh ketidakpastian iklim dan dinamika global. Menanggapi ancaman kekeringan yang mulai membayangi sejumlah wilayah, pimpinan Komisi IV DPRD Karawang, H. Asep Syaripudin, S.T., M.M., mengeluarkan desakan keras kepada pemerintah daerah.

Pria yang akrab disapa Asep Ibe ini meminta Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) untuk mengubah pola kerja. Ia menekankan agar dinas terkait tidak lagi bekerja dengan pola "pemadam kebakaran" atau hanya bertindak saat masalah sudah terjadi.

Menurut Asep Ibe, kunci utama menjaga ketahanan pangan Karawang adalah transparansi data yang diwujudkan melalui pembuatan Peta Masa Tanam Padi. Instrumen ini dinilai krusial untuk memantau kebutuhan petani secara presisi di setiap kecamatan.

"Peta ini bukan sekadar dokumen administratif. Ini adalah panduan operasional agar intervensi pemerintah tepat sasaran," ujar Asep Ibe saat ditemui di Dusun Cilempuk, Desa Purwamekar, Rawamerta, Jumat (24/4/2026).

Dengan adanya peta masa tanam, DPKPP diharapkan dapat memitigasi masalah klasik yang kerap menghantui petani. Masalah tersebut seperti kelangkaan bibit unggul saat musim tanam, distribusi pupuk yang sering tersendat, manajemen pengairan yang tidak sinkron dengan jadwal tanam.

Lebih lanjut, legislator dari Fraksi Golkar ini menegaskan bahwa kesiapan sarana pendukung harus selaras dengan aktivitas di lapangan. Ia tidak ingin melihat adanya ketimpangan antara semangat petani dan dukungan fasilitas dari pemerintah.

"Ketika petani mulai mengolah lahan, DPKPP sudah harus tahu berapa kebutuhan bibit dan memastikan pasokan air tersedia. Jangan sampai petani sudah siap, tapi sarana pendukungnya justru belum ada," tegasnya.

Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjaga stabilitas produksi padi di Karawang. Sekaligus, memberikan kepastian bagi para petani di tengah ancaman fenomena iklim yang kian sulit diprediksi.