Usai Kritik Trump, NATO Bentuk Koalisi Amankan Hormuz
Maret 23, 2026
(Doc-Fakta Indo)
Jakarta, bukainnews.id - Sebanyak 22 negara, mayoritas anggota NATO, kini tengah menjalin koordinasi untuk menjaga keamanan Selat Hormuz yang kian memanas akibat dinamika global.
Sekjen NATO, Mark Rutte, mengatakan inisiatif ini mulai digagas sejak Kamis (19/3/2026), tak lama setelah kritik dilontarkan Presiden AS, Donald Trump, terhadap kinerja NATO.
"Kabar baiknya adalah bahwa sejak Kamis, kelompok 22 negara telah berkumpul untuk memastikan Selat Hormuz tetap bebas dan terbuka," ujarnya.
Dalam upaya tersebut, NATO tidak hanya melibatkan anggotanya, tetapi juga mitra strategis seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Selain itu, negara kawasan Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain juga turut serta.
Meski begitu, detail mengenai keterlibatan militer masing-masing negara belum diungkap. NATO masih melakukan pembahasan lanjutan bersama Amerika Serikat terkait langkah yang akan diambil, khususnya yang berkaitan dengan situasi di Iran.