Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Juli 2026, Jenazah Bersemayam di Masyhad
Juni 15, 2026
Iran, bukainnews.id - Republik Islam Iran dibentuk kembali oleh Ayatollah Ali Khamenei setelah wafatnya Ruhollah Khomeini, sosok ideolog karismatik yang mendirikan pemerintahan ulama Syiah. Semasa hidupnya, Khamenei juga dinilai memiliki andil besar dalam membangun Garda Revolusi, sebuah kekuatan militer yang memegang peran vital dalam menopang roda kekuasaannya.
Kini, posisi Pemimpin Agung Iran tersebut telah diteruskan oleh putranya, Mojtaba. Kendati demikian, Mojtaba dinilai sebagai figur yang kurang berkompromi dan sosoknya terpantau belum pernah muncul lagi di hadapan publik sejak konflik bersenjata berkecamuk.
Latar belakang kepemimpinan tersebut menjadi sorotan menjelang pelaksanaan upacara pemakaman Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 9 Juli 2026. Rangkaian upacara tersebut disiapkan khusus untuk melaksanakan prosesi perpisahan sekaligus penguburan bagi mantan Pemimpin Agung yang tewas pada 28 Februari 2026 akibat serangan pembuka perang oleh Amerika Serikat dan Israel.
Melansir pemberitaan dari AP News, prosesi pelepasan jenazah mula-mula akan dimulai dari kota Teheran. Setelah itu, rombongan akan bergerak menuju Qom, wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis pertahanan bagi para ulama senior Syiah, sebelum akhirnya menyentuh titik akhir di kota kelahiran Khamenei, Masyhad.
Di tanah kelahirannya itu pula jasad Khamenei akan disemayamkan untuk terakhir kali. Lokasi pelataran Makam Imam Reza dipilih menjadi tempat peristirahatan terakhirnya, sebuah situs yang disucikan dan dihormati oleh segenap pengikut Syiah.