Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Selat Hormuz Dibuka dan Blokade Laut Dicabut, Ini Poin-poin Kesepakatan Damai AS-Iran

                            (Doc-Fakta Indo)

Amerika Serikat, bukainnews.id — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dipastikan mereda setelah Amerika Serikat dan Iran resmi menyepakati perjanjian damai guna mengakhiri konflik bersenjata yang telah berkecamuk selama berbulan-bulan. Penghentian konfrontasi militer ini menandai babak baru hubungan diplomatik kedua negara di bawah mediasi internasional.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat untuk semua pihak!" tulis Presiden AS Donald Trump, Senin (15/6/2026).

Kesepakatan damai yang dijadwalkan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Jumat mendatang di Swiss ini membawa dampak operasional yang masif. Beberapa poin krusial di antaranya adalah instruksi penghentian segera seluruh pertempuran di Lebanon, pembukaan kembali akses Selat Hormuz, hingga penarikan total blokade yang selama ini dilakukan oleh Angkatan Laut AS.

Sebagai imbal balik dari traktat tersebut, Washington berkomitmen mencairkan dana milik Teheran yang sempat dibekukan senilai 12 miliar dolar AS pada tahap awal, dengan akumulasi pencairan akhir diproyeksikan menembus 25 miliar dolar AS. Di sisi lain, Iran berkewajiban mematuhi klausul utama berupa larangan keras melakukan pengayaan uranium untuk keperluan produksi senjata nuklir.

Keberhasilan rekonsiliasi ini dikonfirmasi langsung oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator kunci sepanjang jalannya perundingan. Menyusul pengumuman tersebut, blok negara Eropa yang terdiri dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia mengonfirmasi bahwa mereka tengah bersiap mencabut rentetan sanksi ekonomi yang sebelumnya menjerat Iran.

Dampak dari penghentian perang ini langsung memberikan sentimen positif pada stabilitas pasar global. Pasar komoditas mencatat harga minyak mentah dunia seketika anjlok sebesar 4,1 persen ke posisi 83,75 dolar AS per barel, merespons kepastian pasokan energi yang kembali normal pasca-damai.