Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter, Seskab Teddy: Di Singapura Sudah Rp42 Ribu
Juni 15, 2026
Jakarta, bukainnews.id - Masyarakat dipastikan tidak perlu khawatir dengan tarif bahan bakar bersubsidi karena harganya dipastikan tidak mengalami kenaikan. Pemerintah memutuskan untuk mempertahankan harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter dan Solar di harga Rp6.800 per liter.
Kebijakan ini berbeda dengan jenis BBM non-subsidi seperti Pertamax yang baru saja mengalami penyesuaian tarif. Kendati demikian, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan nilai jual Pertamax di tanah air sejatinya masih jauh lebih rendah jika dikomparasikan dengan negara-negara lain di kawasan regional.
“Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," ujar Teddy, dikutip Minggu (14/6/2026).
Lebih rinci, produk BBM RON 92 keluaran Pertamina tersebut kini resmi dibanderol dengan harga Rp16.250 per liter di Indonesia. Jika disandingkan dengan negara tetangga, harga BBM dengan oktan setara di Filipina sudah menembus Rp22.158 per liter, disusul Myanmar sebesar Rp25.085, Thailand senilai Rp28.910, Laos mencapai Rp31.945, hingga Singapura yang melonjak ke angka Rp42.971 per liter.
Menurut penjelasan Teddy, langkah menaikkan harga terpaksa diambil lantaran nilai komoditas minyak mentah global terus melambung tinggi sejak Maret 2026. Pemerintah sendiri mengklaim telah berupaya meredam gejolak tersebut dengan menahan harga Pertamax selama berbulan-bulan sebelum akhirnya disesuaikan.
“Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia," ucap Teddy.