Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Nahas! Remaja Hilang usai Tenggelam di Saluran Irigasi Rengasdengklok

                            (Doc-Istimewa)

Karawang, bukainnews.id - Operasi pencarian besar-besaran tengah dilakukan oleh Tim SAR gabungan dibantu aparat dan warga di sepanjang aliran Pintu Air Saluran Induk Irigasi KW 15 Cikangkung, Kecamatan Rengasdengklok. Penyelamatan difokuskan pada penyisiran radius jalur air dan titik-titik pusaran bawah guna menemukan seorang remaja yang dilaporkan hilang misterius sejak Jumat (26/6/2026) sore.

Korban yang diidentifikasi bernama Muhamad Rehan (14), warga Dusun Karajan, Desa Kertasari, hingga Sabtu siang ini masih dalam proses pelacakan intensif. Guna kelancaran operasi di lapangan, pihak berwenang meminta masyarakat sekitar untuk menjaga jarak aman dan tidak memadati lokasi evakuasi.

Kronologi petaka ini bermula sekitar pukul 16.00 WIB saat korban mengisi waktu sore dengan berenang bersama kelompok temannya di saluran irigasi tersebut. Seorang saksi mata bernama Abas menuturkan bahwa korban sempat menunjukkan gelagat darurat ketika berada di tengah sungai.

"Saat berenang, saksi melihat korban mengangkat tangan ke atas seolah meminta pertolongan sebelum akhirnya tenggelam dan hilang dari permukaan air,” ujarnya.

Merespons jeritan tersebut, warga di sekitar tempat kejadian perkara langsung melompat ke air untuk melakukan penyelamatan darurat. Salah satu teman Rehan berhasil ditarik ke darat dalam kondisi selamat, namun korban sendiri diduga kuat langsung terisap arus bawah yang pekat sehingga gagal dijangkau oleh warga.

Kedatangan pihak keluarga di lokasi kejadian langsung memicu suasana duka mendalam. Ropiah, kerabat korban, mengungkapkan ketidakpercayaannya atas tragedi ini mengingat korban awalnya hanya meminta izin keluar rumah untuk memotong rambut dan selama ini dikenal tidak pernah berenang di lokasi tersebut.

“Tadi mah izinnya mau potong rambut, tahunya ke sini. Padahal dia juga tidak pernah ikut berenang di sini," ucapnya.
Menurut keterangan Ropiah, Rehan baru saja menyelesaikan kelulusannya dari jenjang SMP dan saat ini tengah mempersiapkan diri untuk masuk ke sekolah tingkat lanjut.

"Sudah daftar SMK, padahal sama ibunya," imbuhnya menerangkan rencana pendidikan korban yang kini terhambat musibah.