Libur Sekolah, Badan Gizi Nasional Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis untuk Audit Total
Juni 17, 2026
Jakarta, bukainnews.id — Langkah pembenahan besar-besaran tengah dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memanfaatkan momentum libur sekolah untuk menghentikan penyaluran sementara. Seluruh fasilitas dapur MBG akan diperiksa secara ketat, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti tidak memenuhi standar operasional prosedur atau dinilai tidak layak akan langsung ditutup.
Menurut penjelasan Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, kebijakan ini sengaja diambil guna menjamin tata kelola yang lebih rapi serta meningkatkan kualitas keamanan pangan bagi anak-anak sekolah. “Kami akan hentikan dan audit semua dapur, sehingga nanti mudah-mudahan ketika nanti anak-anak sudah masuk sekolah, kita sudah lebih baik kondisi di lapangan, sudah lebih rapi,” ujar, Senin (15/6/2026).
Selain mengevaluasi kelayakan operasional dapur, skema pemberian insentif kepada pihak SPPG juga masuk dalam daftar rencana penataan ulang setelah proses audit selesai dilakukan. BGN menilai sistem yang berjalan saat ini kurang adil lantaran nilai insentif dipatok sama rata tanpa merujuk pada jumlah riil anak yang dilayani.
“Kami harapkan nanti insentifnya enggak fixed Rp6 juta semua. Kalau dulu penerima manfaatnya 1.500 pun insentifnya Rp6 juta, 500 pun Rp6 juta. Kalau nanti kita sudah mengetahui berapa real penerima manfaat yang menerima dari SPPG tersebut misalnya, itu akan ditata ulang," ujarnya.
Perubahan formula insentif dan standarisasi fasilitas ini diharapkan dapat mengoptimalkan efisiensi program MBG saat kembali digulirkan nanti.