Kabar Gembira! Prabowo Naikkan Tunjangan Guru ASN Sebesar Gaji Pokok
Juni 16, 2026
Jakarta, bukainnews.id — Pemerintah resmi menaikkan nominal tunjangan bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN di seluruh Indonesia. Kepastian ini didapat usai Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026) guna mematangkan peningkatan kompetensi serta kesejahteraan tenaga pendidik nasional.
"Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan dari yang guru non-ASN, tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok," jelas Abdul Mu'ti usai pertemuan.
Demi mempercepat penyerapan insentif tersebut, skema penyaluran kini dirombak total melalui mekanisme transfer langsung ke rekening pribadi para guru pada setiap bulannya tanpa perantara. Langkah ini diambil guna memotong jalur birokrasi yang selama ini dinilai terlalu berbelit-belit.
“Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan," ungkap Abdul Mu'ti.
Bukan hanya fokus pada jaminan finansial, pemerintah juga melakukan akselerasi masif pada sektor mutu mengajar dengan memperlebar akses beasiswa perguruan tinggi. Kuota bantuan pendidikan bagi para guru yang belum merampungkan gelar Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1) dilonjakkan secara signifikan, dari yang semula hanya 12.500 kuota pada tahun 2025, kini meroket menjadi 150.000 guru pada tahun 2026.
Setiap tenaga pendidik yang terjaring dalam program ini bakal disuntik dana pendidikan senilai Rp3 juta per semester. Adapun untuk memangkas waktu perkuliahan, proses pembelajarannya memanfaatkan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sebuah jalur akademis yang memfasilitasi masa kerja dan pengalaman mengajar guru di kelas untuk dikonversi langsung menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).