Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Jaga Daya Saing dan Cegah PHK, Pemerintah Resmi Turunkan Harga LNG Industri Jadi 13 Dolar AS

                               (Doc-Tirtoid)

Jakarta, bukainnews.id — Di tengah penurunan produksi gas dari lapangan-lapangan di wilayah Jawa bagian barat, persoalan utama saat ini terjadi pada industri yang menggunakan LNG. Krisis pasokan lokal tersebut memaksa gas didatangkan dari daerah luar Jawa seperti Papua, Sulawesi, hingga Kalimantan, sehingga menimbulkan pembengkakan pada biaya transportasi serta regasifikasi. Akibat rantai logistik yang tinggi tersebut, harga LNG yang diterima pelaku industri di lapangan sempat melonjak drastis hingga menyentuh kisaran 20-23 dolar AS per MMBTU.

Lantaran kondisi yang kian menjepit tersebut, Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa atas arahan Presiden pemerintah mengevaluasi struktur biaya LNG untuk memberikan ruang bagi industri agar tetap kompetitif. Hasil dari evaluasi tersebut memutuskan harga LNG untuk sektor industri kini dipangkas menjadi sebesar 13 dolar AS per MMBTU dari tarif semula. Langkah penurunan harga ini diambil secara resmi oleh pemerintah demi menjaga daya saing industri nasional sekaligus meminimalkan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).

Formulasi kebijakan baru ini merupakan buah dari koordinasi intensif antara pihak pemerintah dan DPR dalam menyikapi dinamika geopolitik global yang ikut mengguncang sektor gas domestik. Terlebih, pemerintah juga aktif menerima sekaligus mencermati berbagai keluhan dari asosiasi industri khususnya sektor keramik dan pelaku manufaktur lainnya serta serikat pekerja.

"Kami berpandangan, memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan itu merupakan bagian daripada tanggung jawab pemerintah," ujarnya dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Pasca menyusun sejumlah langkah bersama DPR, pemerintah berkomitmen untuk tetap mempertahankan subsidi gas industri lewat Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) pada rentang kisaran 6,5 sampai 7 dolar AS per MMBTU. Di sisi lain, harga LNG untuk industri pengguna gas pipa di luar skema HGBT yang pasokannya bersumber dari wilayah Jawa juga tetap dipertahankan stabil di angka 9,6 dolar AS per MMBTU.