Harga Pertamax Naik hingga Rp16.250, Warga Subang Serbu Pertalite
Juni 13, 2026
(Doc-Istimewa)
Subang, bukainnews.id – Kelangkaan pasokan mulai membayangi jalur Pantura, Subang, Jawa Barat, setelah sejumlah SPBU kehabisan stok BBM jenis Pertalite akibat tingginya tingkat permintaan masyarakat. Berdasarkan data di lapangan, volume penjualan Pertamax di SPBU Al-Maskar Ciberes yang semula sanggup menyentuh angka 3 ton dalam sehari, kini dilaporkan menyusut dan hanya bertahan di kisaran 2 ton per hari.
Masalah ini diperparah dengan adanya kendala teknis operasional berupa keterlambatan jadwal pengiriman pasokan BBM ke stasiun pengisian. Fenomena ini dipicu oleh kebijakan penyesuaian harga per 10 Juni lalu, di mana tarif BBM nonsubsidi Pertamax melambung menjadi Rp16.250 per liter dari harga sebelumnya yang hanya Rp12.300 per liter. Perubahan harga yang cukup signifikan tersebut seketika merubah peta konsumsi bahan bakar di tengah masyarakat, di mana pengguna Pertamax turun drastis dan permintaan Pertalite melonjak sangat masif.
Situasi nyata dari pergeseran ini terlihat jelas di area operasional SPBU Al-Maskar, Desa Ciberes, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang. Di lokasi tersebut, lajur pengisian untuk bahan bakar jenis Pertamax tampak kosong dan sepi, kontras dengan lajur Pertalite yang dipadati antrean mengular panjang dari kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pengawas SPBU Al-Maskar Ciberes, Sunardi, memberikan kesaksiannya terkait situasi riil perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi ke komoditas subsidi tersebut pada akhir pekan ini.
"Sejak harga Pertamax naik, banyak konsumen yang beralih menggunakan Pertalite. Sampai hari ini permintaan Pertalite terus meningkat, sementara pengguna Pertamax mengalami penurunan yang sangat drastis," kata Sunardi, Sabtu (13/6/2026).