Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Diduga Depresi Usai Diintimidasi Anggota DPRD, Seorang Dokter di NTT Ditemukan Tewas Tergantung

                           (Doc-Istimewa)

Kupang, bukainnews.id — Langkah hukum dan perlindungan terhadap tenaga medis kini menjadi sorotan utama di Nusa Tenggara Timur. Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, secara terbuka menyatakan penyesalannya atas insiden yang berujung maut pada seorang dokter. Ia bahkan mengancam akan membekukan izin operasional RSU Leona Kefamenanu karena dinilai abai memberikan perlindungan memadai kepada dokternya dan enggan memberikan klarifikasi. Selain itu, Yosep menyentil kelakuan oknum anggota dewan yang kerap membuat onar akibat pengaruh alkohol saat reses.

"Kami akan mendukung segala upaya yang diambil keluarga dalam rangka memperoleh keadilan," kata Yosep.

Dukungan tersebut mengalir setelah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Icha ditemukan tewas gantung diri akibat guncangan jiwa. Perwakilan keluarga korban, Fabianus Banase, membenarkan kondisi keponakannya sebelum meninggal dunia.

"Ditemukan di lantai dua sekitar pukul 17.55 Wita. Dari hasil pemeriksaan kesehatan jiwa, almarhum ini mengalami guncangan hebat hingga melakukan percobaan bunuh diri," ungkap paman sekaligus juru bicara keluarga, Fabianus Banase, saat ditemui di rumah duka di RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Sabtu (27/6/2026).

Depresi berat yang dialami korban dipicu oleh kejadian pada 13 Juni sekitar pukul 12.50 WITA di ruang IGD. Saat itu, dr. Icha tengah merawat seorang anak korban gigitan ular hijau rujukan dari RSUD Kefamenanu. Tiba-tiba, dua paman pasien yang merupakan anggota DPRD TTU, yaitu Therensius Lazakar (Golkar) dan Norbertus Tubani (PKB), datang dan memarahi korban dengan nada bicara yang tinggi.

Meski begitu, tuduhan perundungan tersebut dibantah oleh Therensius dan Norbertus yang mengeklaim bahwa pembicaraan keras itu spontan terjadi karena faktor psikologis kepanikan keluarga.

"Kami tidak pernah berniat mengintimidasi tenaga medis. Informasi yang beredar tidak sesuai fakta yang sebenarnya terjadi," kata Therensius.

"Kami akui dalam situasi itu nada bicara kami memang sempat meninggi karena panik melihat kondisi pasien. Tetapi sama sekali tidak ada niat untuk mengintimidasi dokter," tambahnya.

Kasus kematian dokter muda ini sekarang tengah diusut oleh aparat kepolisian. Setelah meminta keterangan dari rekan sejawat korban di IGD, penyidik kepolisian juga mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga legislator Kabupaten TTU, yakni Veronika Lake (PDIP), Norbertus Bani (PKB), dan Therensius Lazakar (Golkar).