Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Atasi Kelangkaan Dokter di Daerah Terpencil, DPR Usul Pemanfaatan AI untuk Analisis Penyakit Pasien

                           (Doc-Istimewa)

Jakarta, bukainnews.id — Prioritas utama pemerintah dipastikan tetap berfokus pada langkah konkret pemenuhan dan pemerataan kuantitas dokter, khususnya di wilayah-wilayah pelosok. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam menyikapi usulan penggunaan instrumen teknologi di sektor medis. Budi Gunadi menilai bahwa platform digital seperti telemedicine maupun kecerdasan buatan (AI) memang berfungsi baik sebagai instrumen pembantu aktivitas pelayanan. Namun keberadaannya tidak akan bisa menggeser atau menggantikan posisi krusial para tenaga kesehatan dalam menangani pasien secara langsung.

Pernyataan Menkes tersebut merupakan respons langsung atas ide yang dilemparkan oleh pimpinan sidang parlemen. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengusulkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Al) untuk membantu menganalisis penyakit pasien di daerah yang masih kekurangan tenaga dokter. Dalam pandangannya, lompatan teknologi AI saat ini sangat potensial untuk dijadikan solusi alternatif guna mengatasi persoalan keterbatasan akses layanan kesehatan di zona-zona yang minim petugas medis.

Aspirasi dan pertanyaan mengenai peluang digitalisasi diagnosis medis ini disampaikan secara terbuka di hadapan jajaran Kementerian Kesehatan.

"Bisa enggak ya, Pak, kira-kira di daerah-daerah tertentu yang mungkin ada tenaga medis dan sebagainya, kita bisa dibantu Al paling tidak untuk membantu pasien menganalisis penyakit dan sebagainya? Karena untuk menjembatani saja, Pak," kata Nihayatul dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (25/6/2026).