Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Setelah 42 Tahun, Indonesia Kembali Ekspor Beras ke Malaysia Sebanyak 500 Ribu Ton

                         (Doc-Fakta Indo)

Jakarta, bukainnews.id — Indonesia kembali memasuki pasar ekspor beras setelah 42 tahun. Kali ini, Indonesia menjalin kontrak pengiriman 500 ribu ton beras ke Malaysia. Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, menyebut kesepakatan tersebut sebagai pencapaian penting sekaligus peluang ekonomi bagi Indonesia.

Hashim menjelaskan, stok beras nasional telah mencapai 5,3 juta ton. Kondisi tersebut membuat gudang Perum Bulog penuh sehingga pemerintah perlu mencari solusi untuk menampung kelebihan persediaan.

Menurutnya, ekspor menjadi pilihan yang lebih ekonomis dibandingkan menyewa gudang swasta untuk menyimpan beras tambahan. “Dan itu mahal, lebih murah kalau kita ekspor," kata Hashim, Rabu (7/10/2026).

Selain menyoroti ekspor beras, Hashim menyampaikan bahwa Indonesia berhasil mencapai target swasembada beras tiga tahun lebih cepat dari rencana awal pada 2029. "Ini suatu prestasi luar biasa," ujarnya.

Hashim menambahkan, pemerintah juga mengambil sejumlah kebijakan untuk mendukung produksi pertanian. Pemerintah menaikkan harga pembelian beras dari petani sebesar 50 persen dan memangkas harga pupuk urea sebesar 20 persen. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan nasional.