Tiga Pekan di Kalimantan, Tim Jepang Akhirnya Akhiri Misi Pemadaman Karhutla
September 30, 2026
(Doc-Istimewa)
Kalimantan, bukainnews.id — Kementerian Pertahanan Jepang mengakhiri misi bantuan darurat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Menteri Pertahanan Jepang Koizumi memerintahkan penghentian kegiatan tersebut pada 29 September 2026. Kementerian Pertahanan Jepang menyampaikan keputusan itu melalui pernyataan tertulis yang mereka unggah pada Selasa (29/9).
"Pada 29 September, Menteri Pertahanan Koizumi memerintahkan berakhirnya kegiatan bantuan darurat internasional untuk menangani kebakaran hutan di Republik Indonesia," tulis dalam unggahan di akun X @/ModJapan_en.
Tim Jepang menjalankan misi tersebut selama sekitar tiga pekan. Selama bertugas, para personel mendapat sambutan dari masyarakat di sejumlah lokasi yang mereka datangi.
"Selama sekitar tiga pekan, para anggota tim menjalankan kegiatan bantuan darurat internasional di Pulau Kalimantan, Indonesia. Di setiap lokasi yang mereka kunjungi, mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat,” tulisnya.
Dalam menjalankan operasi, Pasukan Bela Diri Darat Jepang atau Ground Self-Defense Force mengerahkan tiga helikopter CH-47. Helikopter tersebut membantu proses pemadaman di sejumlah wilayah Kalimantan.
Setelah misi berakhir, personel Jepang bersiap meninggalkan Indonesia dan kembali ke negaranya.
Pemerintah Indonesia turut menyampaikan apresiasi atas bantuan Jepang dalam penanganan karhutla. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari hubungan pertahanan antara Indonesia dan Jepang.