Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Hadapi Musim Hujan, Aceh Tenggara Ajukan 4 Ekskavator Usai Banjir Susulan

                            (Doc-Istimewa)

Aceh Tenggara, bukainnews.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi potensi bencana selama musim hujan. Pemkab mengambil langkah tersebut setelah banjir susulan pada September 2026 merusak sejumlah infrastruktur dan lahan pertanian.

Salah satu kebutuhan utama yang pemerintah daerah ajukan yakni empat unit alat berat melalui skema pinjam pakai. Pemkab mengusulkan satu ekskavator long arm dan tiga ekskavator standar.

Alat berat tersebut akan membantu pemerintah melakukan normalisasi sungai, mengeruk sedimentasi, memperbaiki tanggul jebol, memulihkan jaringan irigasi, serta menangani kondisi darurat ketika debit sungai meningkat.

"Kebutuhan paling mendesak untuk menghadapi musim hujan adalah dukungan empat ekskavator, terdiri atas satu unit long arm dan tiga unit standar. Pemerintah daerah siap mendukung biaya operasional alat," tulis Ketua Tim Monev Khusus Aceh Tenggara Kombes Pol Wahyu Widiarso Suprapto dalam laporannya.

Pemkab Aceh Tenggara juga mengajukan tambahan jumbo bag atau geobag. Pemerintah akan menggunakan material tersebut sebagai perlindungan sementara pada tanggul yang jebol sambil menunggu pembangunan konstruksi permanen.

Selain tanggul, pemerintah memprioritaskan penanganan sedimentasi di Sungai Lawe Bulan, Lawe Kisam, Lawe Kinga, dan Lawe Alas. Perbaikan sejumlah jembatan juga masuk dalam daftar prioritas.

Jembatan Mbarung menjadi salah satu fasilitas yang membutuhkan penanganan cepat. Jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Babussalam dengan Kecamatan Lawe Alas.

Kebutuhan penanganan itu tercatat dalam monitoring dan evaluasi khusus Satgas PRR Pascabencana Sumatera pada 2–4 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, tim Satgas meninjau tujuh lokasi terdampak banjir untuk memastikan pemerintah dapat menindaklanjuti kebutuhan darurat maupun permanen.

Pemkab Aceh Tenggara juga akan melengkapi data melalui desk Bappenas pada Oktober 2026. Langkah itu bertujuan memasukkan usulan yang belum tercantum dalam R3P dan Rencana Induk ke dalam pembaruan program.

Kepala Poskowil Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, mengapresiasi langkah proaktif Pemkab Aceh Tenggara dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana setelah banjir susulan pada September lalu.