Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Terjebak di Lahan Sawit Terbakar, Orang Utan Sindi Akhirnya Berhasil Dievakuasi

                             (Doc-Istimewa)

Kalimantan Tengah, bukainnews.id
— Tim penyelamat harus menghadapi medan sulit untuk mengevakuasi seekor orang utan betina dari lahan sawit yang masih terbakar di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Orang utan bernama Sindi itu kini menjalani perawatan di Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ), Pangkalan Bun. Petugas membawa Sindi ke lokasi tersebut setelah berhasil menyelamatkannya dari area kebakaran.

BKSDA Kalimantan Tengah mengidentifikasi Sindi sebagai orang utan betina berusia sekitar 20 tahun dengan berat 32 kilogram. Pemeriksaan awal menunjukkan Sindi tidak mengalami luka dan berada dalam kondisi sehat.

Sebelum petugas mengevakuasinya, regu pemadam kebakaran perusahaan menemukan Sindi pada Jumat (25/9). Saat itu, Sindi berada di atas pohon kering yang terletak di perbatasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Ramban dengan area perusahaan di Dusun Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

BKSDA kemudian menindaklanjuti laporan tersebut melalui tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA 2 bersama Orangutan Foundation International (OFI). Tim menjalankan operasi penyelamatan pada 25 hingga 26 September 2026.

Petugas menghadapi sejumlah kendala selama proses evakuasi. Sindi terus berpindah tempat dan beberapa kali berada di pelepah sawit serta pohon dengan ketinggian cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan melakukan pembiusan.

Situasi semakin sulit karena api masih membakar lahan di sekitar lokasi. Asap tebal juga mengganggu proses penyelamatan, sementara tanah masih menyimpan sejumlah titik api.

Setelah berusaha selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil membius Sindi sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, tubuh Sindi kemudian tersangkut pada dahan pohon sehingga petugas harus memanjat untuk menurunkannya.

BKSDA selanjutnya membawa Sindi ke Pangkalan Bun untuk menjalani perawatan dan pemulihan. Setelah kondisinya siap, petugas berencana melepasliarkan Sindi ke habitat alaminya di Site Sungai Teringin, Suaka Margasatwa Lamandau.