Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gunakan Tambahan TKD Rp8 Miliar, Aceh Tenggara Pulihkan 3 Jembatan

                              (Doc-Tirtoid)

Aceh Tenggara, bukainnews.id -  Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara berhasil menyelesaikan pemulihan tiga jembatan yang terdampak bencana. Pemkab menggunakan dukungan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk mempercepat penanganan infrastruktur tersebut.

Aceh Tenggara memperoleh tambahan TKD sebesar Rp8,2 miliar. Dari jumlah tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan sekitar Rp3,2 miliar untuk sektor infrastruktur. Hingga 24 Agustus 2026, pemerintah telah merealisasikan anggaran sekitar Rp1,6 miliar.

Tiga jembatan yang menjadi prioritas penanganan yakni Jembatan Rangka Baja Salim Pipit, Jembatan Rangka Baja Silayar, serta Jembatan Gantung Darurat Lawe Pinis.

Pemkab memperkuat Jembatan Salim Pipit dan Silayar dengan memasang bronjong serta oprit sebagai penghubung menuju badan jalan. Sementara itu, pemerintah juga memperbaiki Jembatan Gantung Darurat Lawe Pinis.

Kepala Dinas PUPR Aceh Tenggara Sadli mengatakan pemerintah memprioritaskan ketiga jembatan tersebut karena memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pemulihan aktivitas ekonomi setelah bencana.

Sebelumnya, bencana membuat Jembatan Salim Pipit dan Silayar tidak dapat digunakan masyarakat. Pemerintah mengalokasikan Rp492 juta untuk menangani Jembatan Silayar dan Rp426,5 juta untuk Jembatan Salim Pipit.

"Kami kerjakan dari Desember 2025 sampai Januari 2026, progresnya sudah 100 persen," kata Sadli saat meninjau lokasi bersama tim Satgas PRR.

Setelah menyelesaikan tiga jembatan tersebut, Pemkab Aceh Tenggara melanjutkan pemulihan sejumlah infrastruktur lain. Salah satunya Jalan Kebun Sere-Lapangan Terbang yang pengerjaannya kini mencapai 29,6 persen.

Pemerintah juga mulai membangun saluran pembuangan di Desa Kutarih, Kecamatan Babussalam, serta mengerjakan sejumlah proyek perbaikan infrastruktur lainnya.

Sekda Aceh Tenggara Yusrizal mengatakan pemerintah akan mempercepat pemulihan di sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, dan bidang lainnya. Seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten akan terlibat dalam proses tersebut.

"Dalam melakukan percepatan, kami akan lihat time schedule yang ada. Dengan kondisi lapangan, tentunya akan ada deviasi," ujarnya.

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh Safrizal ZA mengapresiasi penggunaan tambahan anggaran TKD untuk pemulihan infrastruktur di Aceh Tenggara. Menurutnya, realisasi yang telah mencapai sekitar separuh dari pagu menunjukkan perkembangan positif.

"Penggunaan tambahan TKD di Aceh Tenggara tepat sasaran. Prioritas pada tiga jembatan utama yang kini sudah 100% selesai telah berhasil memulihkan akses warga yang sebelumnya terputus. Kami mendorong Pemkab Aceh Tenggara mempertahankan ritme kerja ini demi pemulihan pascabencana yang menyeluruh," kata dia.