Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Geger! Sejumlah Pengendara Motor Nyaris Tertabrak Whoos, Ini Kronologinya

                         (Doc-Istimewa)

Bandung, bukainnews.id - Sejumlah pengendara motor nyaris tertabrak kereta api (KA) feeder kereta cepat 'Whoosh' setelah palang perlintasan sebidang dibuka ketika kereta tersebut masih melintas di wilayah Padalarang-Cimahi, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah pengendara motor menunggu di balik palang pintu yang masih tertutup.

Sesaat setelah satu rangkaian kereta, palang tiba-tiba dibuka. padahal, masih ada KA Feeder yang melintas di perlintasan tersebut. Beberapa pengendara motor kemudian melaju dan nyaris tertabrak kereta.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung mengatakan, peristiwa itu terjadi di perlintasan sebidangJPL 146, di antara petak jalan Padalarang-Cimahi, tepatnya di KM 142+696.

"Pada saat kejadian, palang pintu sementara di perlintasan tersebut dalam kondisi dibuka ketika KA Feeder hendak melintas, sehingga sejumlah pengguna jalan kemudian melintas dan nyaris menemper KA," ujar Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo, Rabu (2/9).

Kuswardojo mengatakan, saat kejadian, warga yang bertugas menjaga perlintasan swadaya itu membuka palang pintu sementara.

Pada waktu bersamaan, KA Feeder 'Whoosh' hendak melintas di lokasi tersebut hingga nyaris terjadi tabrakan.

"Perlintasan JPL 146 menjadi salah satu prioritas kami untuk dilakukan peningkatan keselamatan.

Saat ini sedang dilakukan pembangunan gardu dan palang pintu perlintasan sehingga ke depan pengamanan di lokasi tersebut dapat semakin baik," jelas Kuswardojo.

Dalam jangka panjang, pihaknya juga mengusulkan perlintasan tersebut ditingkatkan menjadi perlintasan tidak sebidang.

"Kami kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan agar tidak hanya bergantung pada palang pintu atau petugas penjaga. Ketika akan melintasi perlintasan sebidang, wajib berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan tidak ada KA yang akan melintas, dan setelah benar-benar aman baru melanjutkan perjalanan," tegas Kuswardojo.