Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Asap Karhutla Kalimantan Sampai ke Filipina, Quezon City Hentikan Sekolah Tatap Muka

                              (Doc-Tirtoid)

Filipina, bukainnews.id - Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia, mulai terdeteksi di sejumlah wilayah Pulau Luzon, Filipina.

Department of Environment and Natural Resources-Environmental Management Bureau (DENR-EMB) menemukan paparan kabut asap di beberapa kawasan, termasuk Metro Manila, Calabarzon, dan Mimaropa. Otoritas Filipina kini terus memantau pergerakan asap untuk memastikan keterkaitannya dengan karhutla di Kalimantan.

Kondisi cuaca yang kering serta tiupan angin monsun barat daya turut mendorong pergerakan asap ke arah utara. Pemantauan regional juga menunjukkan adanya paparan asap dengan kategori sedang hingga pekat yang berasal dari titik panas di Kalimantan, terutama wilayah Kalimantan Barat.

Panjangnya periode cuaca kering turut memperbesar potensi muncul dan meluasnya titik api di kawasan tersebut. Perubahan arah angin dan kondisi cuaca juga dapat membuat sebaran kabut asap bergerak ke wilayah lain di Filipina.

Sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak meliputi Mimaropa, Metro Manila, Luzon Tengah dan Selatan, Wilayah Bicol, hingga sebagian besar wilayah Visayas.

Otoritas Filipina saat ini memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah wilayah, di antaranya Palawan, Mindoro, Metro Manila, Bataan, Pampanga, Bulacan, Cavite, Laguna, Rizal, Batangas, Quezon, Wilayah Bicol, Antique, Aklan, Capiz, Iloilo, Cebu, Bohol, Leyte, Samar, dan Negros.

Meski demikian, pemerintah setempat terus memantau konsentrasi dan arah pergerakan kabut asap secara langsung. Kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah angin, curah hujan, serta tingkat keparahan kebakaran yang terjadi di Indonesia.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Quezon City mengambil langkah dengan menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah negeri. Kebijakan tersebut berlaku untuk jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga kelas dengan sistem pembelajaran alternatif.

Pemerintah Kota Quezon City mengambil keputusan tersebut setelah 68 sensor pemantau kualitas udara mencatat indeks kualitas udara (AQI) dalam kategori "sangat tidak sehat" hingga "sangat tidak sehat akut".

"Semua orang disarankan mengenakan masker dan mengurangi waktu serta aktivitas fisik di luar ruangan. Harap pantau pengumuman berikutnya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," kata Pemerintah Kota Quezon City.