566 Siswa dan Santri Sidoarjo Keracunan Usai Makan MBG, SPPG Kalitengah Diberhentikan Sementara
September 02, 2026
Sidoarjo, bukainnews.id - Sebanyak 566 siswa dan santri dari 19 sekolah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026).
Menu tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. Hidangan yang dibagikan terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, serta buah apel.
Kasus tersebut mulai muncul beberapa jam setelah para siswa dan santri mengonsumsi makanan MBG. Laporan pertama datang dari Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin.
Ratusan santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di pesantren tersebut mengalami sejumlah gejala, mulai dari pusing, mual, muntah, diare hingga sesak napas.
Melihat jumlah santri yang terus mengalami keluhan, pengurus pesantren segera menghubungi layanan ambulans untuk membawa mereka ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Hingga Rabu (2/9/2026) siang, jumlah korban mencapai 566 siswa dan santri yang berasal dari 19 sekolah.
Petugas medis kemudian menangani para korban di beberapa fasilitas kesehatan, yakni RSUD Notopuro, RS Delta Surya, RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, RS Siti Hajar, RS Pusura, RS Bhayangkara Pusdik Porong, Klinik Azka, dan RS Anwar Medika.
Tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Dari 345 pasien yang sempat menjalani perawatan di RSUD Notopuro, sebagian besar telah diperbolehkan pulang. Sebanyak lima orang masih menjalani perawatan, sementara enam santri kembali mendapat rujukan ke RSUD Notopuro.
Badan Gizi Nasional kemudian menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah Tanggulangin. Dapur tersebut diketahui setiap hari memasok sekitar 2.800 porsi makanan untuk sekolah dan pondok pesantren.
Untuk mencari penyebab kejadian, Dinas Kesehatan Sidoarjo bersama kepolisian mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para korban. Petugas selanjutnya mengirim sampel tersebut untuk menjalani pemeriksaan di laboratorium.
Pemerintah belum menentukan durasi penghentian operasional SPPG Kalitengah Tanggulangin. Keputusan tersebut masih menunggu hasil evaluasi serta pemeriksaan sampel di laboratorium.