Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Inggris Ubah Limbah Elektronik Jadi Perhiasan Mewah, Ekstrak hingga 400 Kg Emas per Tahun

                            (Doc-Tirtoid)

Inggris, bukainnews.id – Royal Mint, produsen koin milik pemerintah Inggris, memanfaatkan limbah elektronik sebagai sumber bahan baku perhiasan mewah. Fasilitas yang berada di dekat Cardiff, Wales, tersebut mengekstraksi emas dari berbagai perangkat elektronik bekas, mulai dari telepon lama hingga radio rumah sakit.

Royal Mint menjalankan fasilitas pengolahan limbah elektronik tersebut selama sekitar dua tahun. Dalam setahun, pabrik itu mampu mengolah sekitar 4.000 ton limbah elektronik dan mengekstraksi kandungan emas hingga 400 kilogram.

Inovasi tersebut membuat Royal Mint tidak hanya mengandalkan metode daur ulang konvensional. Perusahaan terlebih dahulu membongkar perangkat elektronik untuk memisahkan berbagai material yang masih memiliki nilai ekonomi.

Royal Mint kemudian memilah tembaga, tantalum, dan plastik dari komponen elektronik sebelum menjual material tersebut kepada perusahaan spesialis.

Untuk mengambil emas yang terdapat pada papan sirkuit, Royal Mint menggunakan teknologi kimia yang bekerja pada suhu ruangan. Perusahaan asal Kanada, Excir, mengembangkan dan mematenkan teknologi tersebut.

Setelah proses ekstraksi selesai, Royal Mint mendapatkan emas murni yang kemudian mereka olah menjadi berbagai produk perhiasan. Perusahaan memasarkannya melalui jenama "886", yang mengambil nama dari tahun berdirinya Royal Mint.

Pemanfaatan limbah elektronik menjadi sumber emas juga hadir ketika harga emas dunia terus mengalami kenaikan. Di sisi lain, dunia masih menghadapi persoalan rendahnya tingkat daur ulang limbah elektronik.

Data yang tercatat pada 2022 menunjukkan tingkat daur ulang limbah elektronik global baru mencapai 22,3 persen. Kondisi tersebut membuat inovasi pengolahan limbah elektronik seperti yang dilakukan Royal Mint semakin mendapat perhatian.