Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Polisi Tahan Pelaku Teror di SDN Srengseng Sawah 15, Motif Masih Diselidiki

                             (Doc-Tirtoid)

Jakarta, bukainnews.id – Polisi menetapkan seorang pria berinisial MY (34) sebagai terduga pelaku teror di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saat ini, penyidik menahan MY di Polres Metro Jakarta Selatan untuk mendalami motif dan tujuan aksi tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pelaku tinggal tidak jauh dari lokasi sekolah. Polisi kini masih memeriksa MY secara intensif untuk mengungkap latar belakang perbuatannya.

"Untuk pelaku satu orang inisial MY beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah, itu sudah diamankan. Saat ini, ada di Polres Metro Jakarta Selatan, masih dalam pendalaman dari penyidik terkait tentang motif tujuan dari yang bersangkutan," kata Budi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Insiden tersebut sempat mengganggu aktivitas belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15. Demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik, pihak sekolah memutuskan menghentikan kegiatan belajar lebih awal dan memulangkan seluruh murid.

Budi menyayangkan aksi teror yang menyasar lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman agar proses belajar dapat berlangsung dengan tenang tanpa rasa khawatir.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu dunia pendidikan. Kepolisian, kata Budi, akan terus menjaga keamanan sekolah agar para siswa dapat belajar dengan nyaman.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk kita lebih bijak karena kita ingin kegiatan dunia pendidikan ini dalam kondisi yang nyaman. Akhirnya dengan adanya teror itu sekolah dipulangkan, padahal kita akan menuju putra-putri yang cerdik dan pandai sehingga keamanan dalam dunia pendidikan harus benar-benar kita jaga," pungkas Budi.

Polisi memastikan proses penyelidikan masih terus berlangsung. Penyidik akan mendalami seluruh keterangan pelaku untuk memastikan motif dan kemungkinan adanya unsur lain dalam kasus tersebut.