Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Koperasi Desa Merah Putih di Lereng Gunung Prau jadi Sorotan, BPKP Jelaskan Alasan Pemilihan Lokasi

                              (Doc-Tirtoid)

Kendal, bukainnews.id – Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kediten di Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, menjadi perhatian publik karena berdiri di kawasan lereng Gunung Prau dengan ketinggian sekitar 1.385 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasinya yang dinilai cukup jauh dari pusat aktivitas warga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai alasan pemilihan tempat tersebut.

Menanggapi hal itu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama TNI sempat meninjau langsung lokasi pada 5 Juni 2026. Hasil peninjauan menyebut pembangunan KDMP tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan desa yang telah disusun untuk kebutuhan jangka panjang.

"Ini merupakan bagian dari perencanaan pengembangan kawasan desa yang memiliki orientasi jangka panjang dan mempertimbangkan potensi ekonomi yang ada," kata Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP, Setia Pria Husada, Senin (7 Juni 2026).

Menurut BPKP, pemerintah desa telah menyiapkan kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas baru yang tidak hanya berfungsi untuk kegiatan ekonomi, tetapi juga pelayanan pemerintahan serta pengembangan sektor pariwisata.

Dalam rencana tersebut, pemerintah desa akan membangun pusat pemerintahan dan administrasi baru. Sementara lahan di seberang bangunan KDMP dirancang menjadi kawasan bumi perkemahan yang diproyeksikan sebagai gerbang pendakian menuju Gunung Prau.

Pengembangan kawasan itu dinilai memiliki prospek karena didukung potensi unggulan Kecamatan Plantungan, mulai dari komoditas kopi, jagung, berbagai jenis sayuran, hingga sektor peternakan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Komandan Kodim 0715/Kendal, Letkol Inf Ade Shohali, mengatakan penentuan lokasi KDMP telah melalui proses musyawarah dan perencanaan bersama di tingkat desa.

"Ke depan kawasan ini akan berkembang menjadi pusat aktivitas baru masyarakat, mulai dari pelayanan pemerintahan, pengembangan ekonomi desa, hingga pariwisata," ujar Ade.