Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang di Sumatera, Seorang Sopir Meninggal Saat Mengantre
Juli 16, 2026
Sumatera, bukainnews.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Pulau Sumatera memicu antrean panjang kendaraan di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi barang.
Di Kota Medan, Sumatera Utara, sulitnya memperoleh Pertalite membuat banyak warga rela mengantre hingga dini hari. Sebagian pengendara bahkan memilih membeli Pertamax agar tetap dapat melanjutkan aktivitas meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Dampak antrean panjang juga terjadi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Seorang sopir truk berusia 50 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraannya saat sedang mengantre solar subsidi di SPBU Jalan Lintas Timur Palembang–Jambi. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diduga meninggal akibat kelelahan.
Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjelaskan antrean panjang dipicu terganggunya distribusi BBM karena berkurangnya jumlah sopir truk pengangkut bahan bakar.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menilai persoalan distribusi tidak menutup kemungkinan dipengaruhi praktik mafia BBM. Dugaan tersebut menjadi salah satu faktor yang ikut disoroti dalam upaya mengatasi antrean panjang, khususnya untuk solar subsidi.
Masyarakat berharap distribusi BBM dapat segera kembali normal sehingga pasokan Pertalite maupun solar subsidi tersedia secara merata dan antrean panjang di SPBU dapat segera terurai.