Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dokter PPDS Ditemukan Meninggal di Semak Belukar Dekat RSUD Tengku Rafian

                             (Doc-Tirtoid)

Riau, bukainnews.id – Warga Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di area semak belukar yang berada di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian, Selasa (14/7) siang. Korban diketahui merupakan dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi berinisial AKL (30).

Korban merupakan warga Kelurahan Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin (13/7) sekitar pukul 17.30 WIB.

Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais mengatakan, istri korban yang juga berprofesi sebagai dokter dan tinggal di asrama rumah sakit sempat berupaya menghubungi ponsel korban. Namun, telepon seluler korban sudah tidak aktif sehingga ia bersama rekan-rekannya berusaha mencari keberadaan korban di lingkungan rumah sakit.

Hasil pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) menunjukkan korban terakhir kali terlihat berjalan seorang diri meninggalkan area rumah sakit melalui pintu depan Pos Security II menuju area luar rumah sakit.

Sekitar pukul 11.30 WIB pada Selasa (14/7), dua petugas keamanan rumah sakit bersama seorang sopir ambulans melakukan penyisiran di area semak yang menjadi titik terakhir keberadaan korban berdasarkan rekaman CCTV. Dalam pencarian tersebut, salah seorang petugas menemukan korban dalam kondisi telentang dan sudah tidak bernyawa.

"Korban sebelumnya dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin (13/7) sekitar pukul 17.30 WIB," ujar Kosmos, Selasa.

Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan sebuah tas sandang yang diduga milik korban. Setelah menerima laporan, polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, dan mengamankan sejumlah barang bukti.

"Setelah mendapat laporan, petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengamankan sejumlah barang bukti," kata Kosmos.

Barang bukti yang diamankan meliputi tas berisi sejumlah peralatan medis, dompet, telepon genggam, serta kartu identitas rumah sakit milik korban. Hingga kini, penyidik masih menyelidiki penyebab kematian korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun persoalan rumah tangga.