Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Terbukti Lakukan Pemerkosaan, Anak Tiri Putra Mahkota Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara

                            (Doc-Fakta Indo)

Oslo, bukainnews.id — Pengadilan Distrik Oslo resmi menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada Marius Borg Høiby (29) atas kasus kekerasan seksual pada Senin (15/6/2026). Hakim Ketua, Jon Sverdrup Efjestad, menyatakan pria berusia 29 tahun tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas serangkaian tindak pidana, termasuk di antaranya dua tuduhan pemerkosaan.

Dalam melancarkan aksi bejatnya, jaksa penuntut umum membeberkan bahwa terdakwa mengeksploitasi para korban yang tengah terlelap tidur atau sedang berada dalam kondisi tidak sadarkan diri. Berdasarkan laporan The Guardian, total dakwaan yang semula diarahkan kepada Marius sebenarnya mencapai 40 poin, yang merentang dari empat tuduhan pemerkosaan, aksi penyerangan fisik, pelanggaran lalu lintas, hingga penyalahgunaan narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hingga 16 tahun kurungan.

Terkait rentetan kasus tersebut, tim penasihat hukum Marius juga membenarkan bahwa klien mereka terbukti menguasai narkotika jenis ganja seberat 3,5 kilogram, serta melakukan penganiayaan dan intimidasi terhadap mantan kekasihnya yang berinisial NH.

Merujuk informasi dari Le Monde, perkara kriminal ini telah menjebloskan Marius ke dalam ruang tahanan sejak 1 Februari silam, sebelum akhirnya ia menjalani proses peradilan intensif sepanjang enam minggu. Pada agenda pembacaan vonis, Marius dilaporkan absen dari ruang sidang dengan alasan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Meskipun demikian, suasana haru mewarnai jalannya persidangan saat korban yang hadir langsung tampak menangis begitu mendengar ketukan palu hakim yang menandai akhir dari proses hukum tersebut.

Marius Borg Høiby merupakan anak tiri dari Putra Mahkota Norwegia, Pangeran Haakon. Ia adalah putra sulung dari Putri Mahkota Mette-Marit Tjessem Høiby dari pernikahan sebelumnya bersama Morten Borg. Meskipun resmi menjadi bagian dari keluarga besar kerajaan setelah pernikahan ibunya, Marius diketahui tidak mengemban tugas publik resmi, hak suksesi, maupun gelar kebangsawanan di istana.