OJK Pastikan Tak Ada Potensi Bank Rush Meski Rupiah Terus Melemah
Juni 06, 2026
Jakarta, bukainnews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini belum menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi industri perbankan nasional. OJK juga memastikan belum melihat adanya potensi terjadinya bank rush atau penarikan dana besar-besaran oleh nasabah.
Ketua Dewan Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan kondisi politik, keamanan, dan ekonomi nasional saat ini masih berada dalam situasi yang kondusif. "Kami memandang saat ini tidak terdapat potensi bank rush. Karena situasi politik, keamanan dan ekonomi Indonesia masih kondusif," ujar Dian dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK secara daring, Jumat (5/6/2026).
Menurut Dian, fenomena bank rush umumnya dipicu oleh menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Namun, kondisi tersebut dinilai belum terjadi karena fundamental industri perbankan nasional masih kuat dan memiliki daya tahan yang baik di tengah tekanan eksternal terhadap rupiah.
Ia menegaskan bahwa sektor perbankan Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sehat dengan struktur permodalan dan likuiditas yang tetap terjaga. Meski demikian, OJK meminta seluruh perbankan nasional untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik internasional.
"Tentu saja bank rush pada umumnya diakibatkan oleh isu kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan sehingga upaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat untuk harus senantiasa dilakukan oleh management bank antara lain," tambah Dian.
Selain memberikan imbauan kepada industri perbankan, OJK juga terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap berbagai indikator kesehatan bank guna memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi likuiditas setiap bank tetap berada pada level aman dalam menghadapi berbagai risiko yang muncul akibat ketidakpastian global.
"Sehingga upaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat itu harus senantiasa dilakukan oleh manajemen bank, antara lain dengan menjaga kinerja bank tetap baik, implementasi prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan bank, serta melaksanakan manajemen risiko secara aktif dalam setiap lini bisnisnya," tutup Dian.