Minibus Tabrak Truk di Tol Lima Puluh-Indrapura, 4 Tewas dan 17 Luka-Luka
Juni 23, 2026
Batu Bara, bukainnews.id – Kecelakaan maut yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di ruas jalan tol Sumatra Utara. Sebuah minibus Isuzu Elf berwarna hijau terlibat kecelakaan tragis setelah menghantam bagian belakang truk di Jalan Tol Lima Puluh-Indrapura KM 118+400, tepatnya di wilayah Desa Tanjung Muda, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, pada Minggu (21/6) dini hari.
Insiden berdarah ini mengakibatkan sedikitnya empat orang penumpang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan 17 orang lainnya mengalami luka-luka. Identitas keempat korban tewas yang berhasil dihimpun petugas adalah Nuraini (62), Atah (60), Ucok (62), dan Lasirah.
Peristiwa ini bermula ketika minibus travel milik armada Travel Darma Putra dengan nomor polisi BK 7604 VK tersebut tengah melaju kencang dari arah Tol Lima Puluh menuju ke arah Indrapura. Namun, sesampainya di titik KM 118, minibus kehilangan kendali dan langsung menabrak buritan truk yang berada di lajur yang sama.
Kasat PJR Ditlantas Polda Sumut, AKBP Dhery Fajariandono, membenarkan terjadinya tabrakan hebat di jalur bebas hambatan tersebut dalam keterangannya kepada pers. "Mobil travel yang dikemudikan oleh Erwinsyah Harahap menabrak bagian belakang truk yang tepat berada di depannya," kata AKBP Dhery Fajariandono, Senin (22/6).
Akibat benturan keras tersebut, sang sopir minibus, Erwinsyah Harahap, mengalami cedera patah kaki yang cukup parah. Dirinya langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat bersama 16 penumpang selamat lainnya yang menderita luka-luka guna mendapatkan perawatan medis intensif.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti tabrakan, termasuk memburu keberadaan pengemudi truk yang memilih melarikan diri pasca-insiden. Dugaan awal dari kepolisian menyebutkan bahwa truk tersebut melaju dalam kondisi gelap tanpa dilengkapi lampu kendaraan yang memadai.
"Iya, truknya kabur. Saat ini masih dalam proses pencarian," ujar Dhery.