Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kebun Raya Bogor Kebobolan, Dua Jenis Tanaman Dilindungi LHK Raib

                              (Doc-Tirtoid)

Bogor, bukainnews.id — Aksi nekat seorang pengunjung berinisial JE (29) yang menggasak koleksi flora berharga di Kebun Raya Bogor akhirnya terhenti. Ia menjadi pusat perhatian publik lantaran menyasar tanaman langka yang masuk dalam kategori spesies sangat dilindungi dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Penangkapan pria tersebut dikonfirmasi langsung oleh perwakilan manajemen Kebun Raya Bogor. Kepada Tirto, GM Corporate Communication Kebun Raya Bogor, Zaenal Arifin menyebut terduga pelaku berinisial JE (29) tertangkap basah saat diduga kembali melakukan pencurian yang kedua kalinya, Sabtu (6/6).

Zaenal menguraikan bahwa penangkapan ini merupakan hasil dari pengintaian intensif setelah hilangnya koleksi tanaman pada aksi pertama. "Pelaku tertangkap basah dengan bukti untuk pencurian kedua kalinya setelah dimata-matai secara diam-diam oleh petugas,” kata Zaenal Arifin.

Dalam aksi pembobolan area konservasi ini, JE membawa kabur beberapa jenis flora bernilai tinggi. Terdapat dua jenis tanaman konservasi yang dicuri, yakni tanaman kantong semar jenis Nepenthes clipeata dan Nepenthes treubina.

Keduanya tanaman itu sangat dilindungi Permen LHK nomor P.20/MENLHK/SETJENKUM/KUM.1/6/2018. Di samping itu, pelaku juga menggasak dua tanaman hibrida lainnya yang meski tidak berstatus dilindungi, memiliki nilai ekonomi tinggi.

Mengenai tujuan pelaku dan estimasi nilai kerugian materiil akibat hilangnya tanaman karnivora tersebut, Zaenal Arifin belum merinci lebih lanjut. Ia mengatakan pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut.

"Pihak kepolisian sedang mendalami hal tersebut,” ujarnya kepada Tirto, Selasa (9/6).

Merujuk pada data literatur dari laman resmi Kebun Raya Bogor, di Indonesia, Nepenthes dikenal dengan nama “Kantong Semar”. Termasuk tumbuhan karnivora yang menghasilkan kantong untuk menjebak dan menangkap mangsa untuk mendapatkan nutrisi.

Keberadaan flora unik ini tersebar di beberapa wilayah Nusantara, di mana Nepenthes dapat ditemukan di Pulau Kalimantan, Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sayangnya, saat ini Nepenthes termasuk salah satu tumbuhan yang terancam kepunahannya akibat adanya alih fungsi lahan dan hutan sebagai habitat alaminya.