Indonesia Ingin Pelajari Cara China Tekan Kemiskinan, Riza Soroti Sistem hingga Manajemen
Juni 01, 2026
Jakarta, bukainnews.id - Pemerintah Indonesia menyatakan ingin mendalami pengalaman China dalam upaya pengentasan kemiskinan, menyusul keberhasilan negara tersebut mengangkat sekitar 800 juta penduduk keluar dari kondisi miskin. Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria saat mengikuti rapat perdana forum GPPAD di Beijing pada Rabu (27/5/2026).
Menurut Riza, Indonesia tidak hanya perlu memahami program pengurangan kemiskinan yang dijalankan China, tetapi juga berbagai aspek teknis dan tata kelola yang mendukung keberhasilan kebijakan tersebut. "Yang penting dipelajari bukan hanya programnya, tetapi juga prosedur, sistematika, teknik mengatasi masalah, problem solving, sampai manajemen dan antisipasi berbagai persoalan. China berhasil dalam banyak hal, Indonesia akan mengejar ketertinggalannya dan akan ikut maju seperti China,” kata Riza.
Secara historis, China disebut pernah berada dalam kondisi ekonomi yang lebih tertinggal dibanding Indonesia, terutama pada rentang 1940-an hingga 1990-an. Bahkan pada awal 1980-an, sekitar 88 persen populasi China masih hidup dalam kemiskinan ekstrem berdasarkan standar Bank Dunia.
Perubahan besar mulai terlihat sejak 1998 ketika pertumbuhan ekonomi China melampaui Indonesia. Perkembangan tersebut kemudian membawa China menjadi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia.
China mengumumkan keberhasilannya dalam pengentasan kemiskinan pada 2021. Selanjutnya, pada 2025, negara itu resmi melepaskan status sebagai negara berkembang dalam langkah menuju kategori negara maju.