Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

BRIN Minta Maaf Usai Unggahan Garuda Diduga Buatan AI Dikritik Warganet

                            (Doc-Istimewa)

Jakarta, bukainnews.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah unggahan peringatan Hari Lahir Pancasila di media sosial memicu kritik dari warganet.

Kontroversi muncul usai ilustrasi Garuda Pancasila yang digunakan dalam konten tersebut diduga dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan atau *artificial intelligence* (AI). Visual itu kemudian dipersoalkan karena dinilai tidak sesuai dengan kaidah resmi lambang negara.

Melalui akun resmi BRIN Indonesia di platform X, lembaga tersebut mengakui adanya kekeliruan dalam konten yang sebelumnya telah dipublikasikan.

"BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan," tulis BRIN melalui akun resmi X dengan nama pengguna @brin_Indonesia, dikutip Selasa (2/6/2026).

BRIN menyebut insiden tersebut menjadi evaluasi internal agar proses pembuatan dan penyebaran konten dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat di masa mendatang.

"Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang," lanjut pernyataan tersebut.

Sebagai tindak lanjut, BRIN menyatakan unggahan yang menuai sorotan publik itu telah diperbaiki. Lembaga tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memberikan kritik dan masukan.

“Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN,” demikian pernyataan lembaga itu.

Sebelumnya, unggahan Garuda Pancasila milik BRIN diduga menggunakan AI karena ditemukan sejumlah ketidaksesuaian pada elemen lambang negara. Jumlah helai bulu sayap disebut tercantum 15 dan 16, bulu ekor hanya berjumlah tujuh, sementara simbol pohon beringin dan kepala banteng pada perisai dinilai tidak tergambar secara sempurna.