AS dan Iran Sepakati Perjanjian Damai Lisan, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali
Juni 14, 2026
Jakarta, bukainnews.id - Pembukaan kembali Selat Hormuz yang sempat ditutup dan penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran menjadi poin timbal balik krusial dalam rancangan nota kesepahaman damai kedua negara. Selain itu, draf kesepakatan yang tengah dibahas ini juga mencakup pembebasan aset miliaran dolar milik Teheran yang dibekukan, serta pemberian pelonggaran pada sanksi ekspor minyak bumi mereka.
Rancangan kesepakatan bersejarah ini muncul setelah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan lisan untuk menyudahi konflik bersenjata yang telah berkecamuk selama beberapa bulan terakhir. Pihak Washington sendiri berharap penandatanganan berkas awal dapat segera terlaksana dalam waktu dekat setelah kedua belah pihak menyetujui draf teks perjanjian.
"Kedua pihak telah menyetujui teks tersebut dan kami memperkirakan kesepakatan awal dapat ditandatangani dalam beberapa hari mendatang," kata pejabat AS yang enggan disebutkan namanya kepada Reuters.
Di pihak lawan, Abbas Araghchi selaku Menteri Luar Negeri Iran turut mengonfirmasi adanya progres positif dari meja perundingan. Kendati isi kesepakatan masih berpotensi mengalami penyesuaian, ia secara percaya diri mengklaim bahwa posisi negaranya jauh lebih diuntungkan dari akhir konflik ini.
"Iran adalah pemenang perang dengan AS," kata Araqchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.
Terkait kelanjutan program nuklir Iran, kedua negara mengalokasikan waktu negosiasi khusus selama 60 hari ke depan. Pihak Washington menuntut pembongkaran total fasilitas nuklir serta pemusnahan cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi milik Teheran. Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa Teheran tetap bersikeras mempertahankan simpanan uranium tersebut, meski bersedia mengubah bentuknya menjadi lebih encer.
Terlepas dari perdebatan nuklir itu, perwakilan Washington menilai poin-poin kesepahaman yang ada saat ini sudah berada di jalur yang tepat. "Kesepakatan ini memenuhi tujuan utama Presiden Trump dan menempatkan negosiasi pada posisi yang sangat baik," ujar seorang pejabat AS.
Kepastian mengenai tanggal seremonial penandatanganan dokumen tersebut akhirnya dipertegas langsung oleh Presiden AS Donald Trump, yang menyebut pelaksanaannya jatuh pada hari Minggu (14/6) waktu setempat. "Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA," kata Trump di Truth Social pada Sabtu (13/6).