Usulan Menteri PPPA Ditanggapi KAI, Sebut Pemindahan Gerbong Wanita Bukan Aspek Keselamatan
Mei 01, 2026
Jakarta, bukainnews.id - Pasca usulan pemindahan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian KRL, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berkaitan dengan aspek keselamatan teknis. Usulan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, setelah insiden tabrakan KA di Stasiun Bekasi Timur yang menelan korban jiwa.
"Bagi kami, keselamatan tidak ada toleransi sama sekali, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan laki-laki dan perempuan," kata Bobby.
Ia menjelaskan, pemisahan gerbong perempuan bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, bukan sebagai langkah mitigasi risiko kecelakaan.
"Selama ini kami melakukan pemisahan itu karena ada beberapa aspek. Aspek pertama adalah supaya tidak terjadi pelecehan. Yang kedua adalah memberikan kemudahan akses bagi perempuan. Yang ketiga adalah memberikan keamanan lebih karena lokasinya lebih dekat dengan petugas yang ada di ujung," ujarnya.
Menurut Bobby, kebijakan tersebut merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan publik yang telah lama diterapkan. KAI juga menyatakan terbuka terhadap berbagai masukan untuk evaluasi ke depan, namun tetap menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang menjadi prioritas utama tanpa membedakan jenis kelamin.