Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

UNY Telusuri Dua Alumni yang Disebut dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Riset

                               (Doc-Tirtoid)

Jakarta, bukainnews.id - Kasus dugaan pemalsuan riset yang menyeret warga negara Indonesia (WNI) dalam pelaksanaan konferensi ilmiah internasional ISPPD 2026 menjadi sorotan publik. Menanggapi hal itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan masih melakukan penelusuran dan pendalaman fakta.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan pihaknya saat ini berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk memastikan detail kasus, termasuk status kewarganegaraan, afiliasi yang digunakan, hingga kemungkinan keterkaitan dengan perguruan tinggi atau lembaga riset di Indonesia.

Brian menekankan pentingnya proses klarifikasi dan verifikasi sebelum menarik kesimpulan terhadap pihak-pihak yang disebut dalam dugaan kasus tersebut. Ia menyatakan setiap tuduhan di ranah akademik dan penelitian harus dibuktikan melalui proses yang objektif, berbasis fakta, serta mengikuti prosedur resmi yang berlaku.

Di sisi lain, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut melakukan penelusuran terkait dua nama yang disebut masuk dalam kelompok peneliti. "Dua nama yakni Rifaldy Fajar dan Prihantini, dua nama itu memang ada di database (alumni) kami. Hanya ini mesti kami telusuri. Apakah dua nama itu benar nama yang dimaksud. Kami khawatir apakah benar itu yang dimaksud atau bukan. Maka kami perlu konfirmasi dulu," kata Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto, Selasa (26/5/2026).

UNY menyebut telah berupaya menghubungi Rifaldy, namun nomor kontak yang dimiliki sudah tidak aktif karena telah berganti. Sementara itu, komunikasi dengan Prihantini disebut telah terjalin dan mendapat tanggapan dari yang bersangkutan.

Dalam respons yang dibacakan Nur, terdapat pernyataan permintaan maaf atas kegaduhan yang berkembang di media sosial terkait pencantuman nama UNY. "Mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi di medsos yang membawa nama UNY. Kami menyatakan telah terjadi miskonsepsi di beberapa pihak dan menyebar di medsos dengan cepat tanpa konfirmasi ke kami terlebih dahulu," kata Nur membacakan isi percakapan dengan Prihartini.

UNY juga membantah informasi mengenai afiliasi Rifaldy dengan Jurusan Bedah Transplantasi Hati dan Laboratory Yogyakarta State University, Biology. Menurut Nur, tidak ada jurusan maupun departemen dengan nama tersebut di lingkungan kampus. Berdasarkan data internal universitas, Rifaldy Putra dan Prihantini diketahui tidak tercatat sebagai dosen maupun peneliti di UNY.