Pejalan Kaki Tewas Tertabrak KA Penataran di Surabaya
Polisi menduga korban berada terlalu dekat dengan jalur rel sesaat sebelum insiden terjadi. Saat itu, kereta api diketahui melaju dari arah utara menuju selatan.
Kapolsek Wonocolo, Kompol Haryoko Widhi, menjelaskan masinis sempat memberikan peringatan dengan membunyikan klakson. Namun, korban diduga tidak merespons peringatan tersebut.
"Namun korban tidak mendengar atau bagaimana. Sehingga terjadi laka, korban terjatuh dengan luka kepala, tangan kanan patah, dan kaki kiri patah. Korban meninggal dunia di tempat," ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Setelah menerima laporan, aparat kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur.
Kasat Reskrim Polres Wonocolo, Ipda Abdul Rohim, mengatakan petugas menemukan sejumlah barang milik korban di sekitar lokasi kejadian.
Barang-barang tersebut di antaranya tas berisi gunting serta uang koin yang ditemukan berceceran di area perlintasan.
"Korban saat kejadian ada di tepi rel kereta api kemungkinan waktu diklakson-klakson sama kereta itu tidak mendengar maupun gimana kita belum tahu jelas. Akhirnya terjadi laka kereta itu," sebutnya.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami penyebab korban berjalan di dekat rel kereta api. Proses penyelidikan pun terus dilakukan untuk mengetahui kronologi pasti kejadian tersebut.