Minim TK Negeri, Warga Gresik Terpaksa Pilih Sekolah Swasta Mahal
Mei 24, 2026
(Doc-Tirtoid)
Gresik, bukainnews.id - Tingginya biaya pendidikan anak usia dini di Kabupaten Gresik menuai keluhan dari masyarakat. Sejumlah orang tua menilai biaya masuk Taman Kanak-kanak (TK) swasta kini semakin memberatkan, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
Sorotan ini mencuat saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Minimnya jumlah TK negeri membuat banyak warga tidak memiliki banyak pilihan selain menyekolahkan anak mereka ke lembaga swasta dengan biaya pendaftaran yang disebut mencapai belasan juta rupiah.
Diketahui, layanan TK negeri di Kabupaten Gresik hanya tersedia di tiga kecamatan, yakni Manyar, Menganti, dan Balongpanggang. Padahal, wilayah tersebut memiliki 18 kecamatan dengan ratusan desa serta kelurahan yang sebagian besar layanan pendidikan taman kanak-kanaknya dikelola pihak swasta.
Salah satu warga Kecamatan Kebomas, Falupi, mengaku harus memilih TK swasta karena terbatasnya akses terhadap sekolah negeri.
"Ya terpaksa harus ke sekolah TK swasta dengan biaya yang pusing di kepala,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Menurut Falupi, pendidikan TK merupakan fase penting sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar. Namun, tingginya biaya pendidikan menjadi beban tersendiri bagi banyak keluarga.
"Kalau kalangan menengah ke atas mungkin masih bisa diupayakan. Tapi kalau warga menengah ke bawah tentu keberatan," tambahnya.
Kondisi tersebut memunculkan perhatian publik terkait keterjangkauan layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Gresik, khususnya di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan negeri.