Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Cekcok soal Mesin Tap, Penumpang Mikrotrans Dianiaya

                           (Doc-Istimewa)

Jakarta, bukainnews.id - Seorang penumpang Mikrotrans rute JAK49 (Lebak Bulus–Cipulir) berinisial BR (27) menjadi korban penganiayaan oleh sesama penumpang berinisial NS (30) di kawasan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5). Peristiwa terjadi saat Mikrotrans melaju dari arah Bintaro menuju Cipulir. Menurut pengakuan korban, pelaku naik dari kawasan Bintaro dan awalnya bertingkah seperti penumpang biasa.

"Dia (Pelaku) naik dari Bintaro, lalu masuk, duduk di barisan belakang sopir tapi paling pojok, bentukannya mobilnya itu mobil Grand Max yang slide,” ujar BR, Sabtu (23/5).

Di dalam kendaraan, pelaku sempat menawarkan bantuan kepada penumpang lain untuk melakukan tap kartu uang elektronik. Namun situasi berubah ketika mesin tap diduga mengalami gangguan.

Korban menjelaskan, saat itu mesin kartu mengalami kendala karena lampu indikator hijau yang biasanya menyala saat proses tap tidak kunjung mati. Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang menitipkan kartu kepada korban untuk diberikan kepada pelaku agar dibantu melakukan tap.

Ketegangan mulai muncul ketika pelaku membentak salah seorang penumpang perempuan di dalam Mikrotrans.

"Tiba-tiba dia membentak ibu-ibu kayak 'mau di-tapin enggak kartunya?' kalau ditanya apa, jawab apa. Itu semua nengok, memang karena dia ngebentak kan, terus aku jelasin, karena mesin card itu lagi error," kata dia.
Situasi sempat kembali kondusif. Namun, keributan kembali pecah saat seorang penumpang yang duduk di samping korban hendak turun dari kendaraan.

"Tiba-tiba (saya) ditampar aja sebelah kiri gitu. Terus saya kaget, kenapa ditampar gitu. Terus dia balik lagi ngomong kayak, 'lu ditanya aku jawab apa', gitu kan," kata dia.

Korban kemudian mencoba merekam kejadian menggunakan telepon genggamnya. Akan tetapi, pelaku kembali melakukan tindakan kekerasan.

"Habis itu ditampar lagi gitu, ditampar 4-5 kali, saya agak lupa, karena kejadiannya terlalu cepat juga sih. Sempat ketendang juga beberapa kali," tutur BR.

Sehari setelah laporan polisi dibuat, aparat berhasil menangkap pelaku dan membawanya ke Polsek Pesanggrahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku diketahui baru keluar dari rumah sakit jiwa karena mengalami gangguan kejiwaan.

Saat ini, polisi tengah bekerja sama dengan dinas sosial dan rumah sakit jiwa untuk melakukan pemeriksaan klinis terhadap kondisi pelaku. "Tapi proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur," ucap dia.