Baru Berdiri, PT Danantara Sumberdaya Indonesia Siapkan Perekrutan Skala Besar
Mei 27, 2026
Jakarta, bukainnews.id - Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan membuka rekrutmen besar-besaran untuk membangun struktur organisasi perusahaan yang baru dibentuk tersebut. Saat ini, perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor ekspor sumber daya alam (SDA) itu baru memiliki satu pegawai, yakni Luke Thomas Mahony yang menjabat sebagai direktur utama.
"Sebagai perusahaan baru dibentuk Senin minggu lalu, Senin kemarin baru menjadi persero BUMN, jadi cukup cepat. Kebetulan pegawainya baru satu, Luke," ujar Pandu dalam acara Investor Daily Round Table di Jakarta, dikutip Rabu (27/5/2026).
Pandu menjelaskan, pembentukan organisasi DSI akan dilakukan secara bertahap, mengikuti pola pengembangan yang pernah dilakukan Danantara pada masa awal pendiriannya. Ia mencontohkan, Danantara yang pada Februari tahun lalu hanya memiliki tiga pegawai kini telah berkembang menjadi sekitar 450 pegawai dalam waktu satu tahun.
Dalam proses pengisian sumber daya manusia, DSI disebut tidak hanya akan merekrut tenaga kerja dari dalam negeri, tetapi juga membuka pencarian talenta secara global. Langkah tersebut dinilai penting mengingat bisnis perdagangan komoditas dan pembiayaan perdagangan internasional membutuhkan keahlian yang sangat spesifik.
"Jadi dari sisi sumber daya manusia, kami juga rekrut dari global, bukan hanya di Indonesia, semuanya global. Seperti tadi saya sebut di batu bara hanya ada 2 ribu trader di dunia," ujarnya.
Selain membuka perekrutan internasional, DSI juga memberi peluang kepada sumber daya manusia dari berbagai BUMN untuk ikut bergabung dalam pengembangan perusahaan.
Menurut Pandu, keterlibatan pegawai dari BUMN eksisting diharapkan dapat mempercepat penguatan organisasi sekaligus menciptakan proses transfer pengalaman dan pembelajaran bersama.
Ia menambahkan, kebutuhan tenaga ahli di sektor pembiayaan perdagangan saat ini tergolong mendesak. Sebab, talenta di bidang tersebut masih terbatas di Indonesia sehingga perusahaan memandang rekrutmen global sebagai langkah penting untuk mendukung transfer pengetahuan.