Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Macet Parah, Penumpang Menumpuk di Terminal Mengwi dan Terpaksa Menginap

                (Doc-nixnews.id)


Bali, bukainnews.id - Kemacetan parah yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk mulai berdampak serius pada penumpukan penumpang di Terminal Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Banyak pemudik yang terlantar hingga terpaksa menginap di terminal karena bus jemputan mereka terjebak macet dan terlambat datang dari arah pelabuhan. Salah satu pemudik asal Surabaya, Teguh, mengaku telah menunggu sejak siang hari karena armada yang seharusnya membawanya tertahan kepadatan lalu lintas. Meski harus menunggu lama, ia akhirnya diberangkatkan menggunakan bus pariwisata sewaan sebagai armada pengganti dan tetap berusaha sabar demi keamanan perjalanan. Terkait penantiannya, Teguh menuturkan:

"Saya sudah menunggu dari jam 1 siang karena jadwal berangkatnya jam 2 siang. Ternyata bus jemputan tertahan macet dari arah Gilimanuk," kata Teguh, pemudik asal Surabaya di Terminal Mengwi, Senin (16/3).
"Ya nggak apa-apa nunggu, yang penting selamat sampai kampung," imbuhnya.

Kondisi serupa dialami oleh Paino, pemudik tujuan Klaten yang sudah menunggu sejak Senin pagi namun bus susulannya tak kunjung tiba hingga malam hari. Kepala Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, membenarkan adanya keterlambatan kedatangan bus yang sudah terjadi sejak Minggu (15/3) malam akibat imbas kemacetan di pelabuhan. Kondisi ini terutama menghambat armada penjemputan dari Jawa menuju Bali, sehingga banyak penumpang yang akhirnya menumpuk di terminal. Mengenai situasi tersebut, Dewa menjelaskan:

"Tadi mau numpang bus jurusan lain, tapi nggak boleh. Harus menunggu bus susulan katanya jam 7 malam, tapi sampai sekarang belum," ujar Paino yang masih tertahan hingga pukul 20.00 WITA.
"Terkait kemacetan di pelabuhan tentu ada imbasnya, terutama untuk penjemputan armada dari Jawa ke Bali. Bahkan kemarin malam ada penumpang yang sampai menginap karena penumpukan," ungkap Dewa.

Sebagai langkah antisipasi, pihak pengelola terminal meminta setiap Perusahaan Otobus (PO) untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan guna menghindari penumpukan yang lebih parah. Selisih keterlambatan saat ini dilaporkan sangat sulit diprediksi, bahkan ada yang mencapai 6 hingga 10 jam dari jadwal semula. Beberapa PO berinisiatif menyewa bus tambahan untuk mengantar penumpang hingga ke titik kemacetan agar perjalanan tidak semakin terhambat. Dewa menambahkan informasi terkait upaya penanganan ini:

"Selisih keterlambatan itu sulit diprediksi, ada yang hampir 6 jam sampai 10 jam dari jadwal. Kami sudah imbau PO agar tidak berangkat pagi hari tadi karena menunggu lalu lintas lancar," tuturnya.
"Nanti di Gilimanuk atau Ketapang sudah ditunggu bus aslinya. Hanya beberapa PO saja yang melakukan ini untuk mengatasi lonjakan dan menghindari keterlambatan makin lama," pungkasnya.