Iran Bantah Serang Aramco, Tuduh Israel Lakukan Operasi False Flag
Maret 04, 2026
(Doc-Istimewa)
Iran, bukainnews.id - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengakui penggunaan drone LUCAS dalam Operation Epic Fury untuk menyerang sasaran di Iran. Drone tersebut disebut-sebut merupakan hasil rekayasa balik dari Shahed-136 yang sebelumnya berhasil dirampas.
Di tengah situasi itu, Kementerian Luar Negeri Iran membantah keras tuduhan bahwa pihaknya menyerang fasilitas milik Saudi Aramco. Teheran menilai insiden tersebut merupakan upaya provokasi yang dirancang untuk memperkeruh hubungan Iran dengan negara-negara Arab.
"Iran dengan tegas menyatakan menarget semua kepentingan, instalasi, dan fasilitas militer Amerika serta Israel di kawasan, dan sejauh ini banyak yang telah diserang, namun kilang minyak Aramco tidak termasuk target serangan Iran," lanjutnya.
Menurut pejabat Kemenlu Iran, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan drone dari pangkalan militer di wilayah negara-negara Arab dengan sasaran sipil di Iran. Tujuannya, kata dia, untuk memicu konflik dan mengadu domba negara-negara Muslim.
"Serangan terhadap Aramco adalah operasi false flag (bendera palsu) Israel. Tujuannya untuk mengalihkan perhatian dari kejahatan Israel menyerang lokasi sipil di Iran yang menewaskan 190 siswi SD dan ratusan warga sipil lainnya," kata pejabat Kemenlu Iran, Selasa (3/3/2026).
Sampai saat ini, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Israel maupun Arab Saudi mengenai tudingan tersebut.