Salah Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Dimakamkan di Garut, Anggota Keluarga: Almarhum Sempat Pulang
Januari 27, 2026
Di samping itu, ambulans yang membawa jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 15.00 WIB, sebelum kemudian dibawa ke lokasi pemakaman. Kedatangan jenazah almarhum disambut isak tangis keluarga, kerabat, serta warga setempat yang turut mengiringi prosesi pemakaman.
Menurut informasi, Deden Maulana merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Di mana, ia menjadi salah satu korban dalam peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Maros.
Sebelum dimakamkan, jenazah terlebih dahulu disalatkan oleh pihak keluarga dan pelayat. Jenazah almarhum diantar langsung oleh rekan-rekan sejawatnya dari KKP, yang turut mendampingi perjalanan dari Jakarta hingga ke tempat peristirahatan terakhir.
Sementara itu, makam almarhum berada tidak jauh dari rumah keluarga. Sehingga, memudahkan warga sekitar untuk turut memberikan penghormatan terakhir.
Di sisi lain, prosesi pemakaman dilaksanakan dengan upacara kedinasan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum. Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara Kapten Lingga Budi Kusumah, dengan Inspektur Upacara Direktur Penanganan Pelanggaran KKP, Teuku Elvitransyah.
Di mata keluarga dan warga sekitar, Deden Maulana dikenal sebagai pribadi yang ramah dan baik. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terlebih karena musibah tersebut datang secara tiba-tiba dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Anggota keluarga korban, Berlian Purnama, mengungkapkan pihak keluarga sempat terpukul saat menerima kabar pesawat yang ditumpangi almarhum dinyatakan hilang kontak hingga akhirnya ditemukan jatuh. "Kami sekeluarga sempat syok. Tidak ada firasat apa pun sebelumnya. Tapi saat libur Natal dan Tahun Baru kemarin, almarhum sempat pulang dan tiba-tiba memeluk ibunya dari belakang," ungkapnya.