Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dibully Senior, Peserta PPDS Unsri Mengundurkan Diri

(Doc-Tirtoid)

Palembang, bukainnews.id - Viral di media sosial, kasus dugaan perundungan kembali mencuat di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri). Korban merupakan peserta junior PPDS Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Unsri, sementara pelaku diduga berasal dari kalangan senior.

Dalam informasi yang beredar luas, korban disebut tidak sanggup menahan tekanan akibat perundungan yang dialaminya. Bahkan, korban dikabarkan sempat melakukan upaya bunuh diri dan akhirnya mengundurkan diri dari program PPDS.

Perundungan tersebut diduga berbentuk pemaksaan pembayaran sejumlah kebutuhan senior, mulai dari biaya semester, hiburan malam, pembelian produk perawatan diri, hingga aktivitas olahraga padel. Tidak hanya itu, korban juga disebut diminta membayar tiket konser, sewa tempat tinggal, tiket penerbangan, serta biaya penelitian milik senior.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan telah melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.
"Berdasarkan hasil investigasi tim, diketahui telah terjadi praktik perundungan atau bullying berupa permintaan pembayaran (pungutan liar) oleh peserta PPDS Ilmu Kesehatan Mata," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, saat dikonfirmasi kumparan, Selasa (13/1).

Proses klarifikasi turut dilakukan dengan meminta keterangan dari berbagai pihak terkait. Di sisi lain, Fakultas Kedokteran Unsri memberikan pendampingan kepada mahasiswa terdampak melalui layanan konseling, baik akademik maupun non-akademik.

Pihak Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) juga membentuk tim khusus guna mengusut kasus yang menimpa korban berinisial OA. Sebagai tindak lanjut, Rektorat Unsri menjatuhkan sanksi tegas berupa Surat Peringatan Keras (SP2) serta penundaan wisuda terhadap senior yang terbukti melakukan perundungan pada Rabu (14/1).