Tak Hanya Andalkan APBN, IKN Perluas Pendanaan Lewat Investasi Swasta dan KPBU
Oktober 16, 2026
Jakarta, bukainnews.id – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjalin kerja sama pembangunan dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp3,74 triliun pada Rabu (14/10/2026). Kerja sama tersebut terdiri atas proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sektor perumahan senilai Rp2,629 triliun serta investasi langsung swasta sebesar Rp1,11 triliun.
Melalui skema KPBU, pembangunan akan mencakup delapan tower rumah susun bagi aparatur sipil negara (ASN). PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management bertindak sebagai pemrakarsa dalam kerja sama proyek tersebut.
Sementara itu, investasi langsung swasta mencakup lima proyek dari berbagai sektor, mulai dari pangan, mebel, komersial, kuliner, hingga olahraga dan fasilitas penunjang kawasan.
Lima perusahaan yang terlibat dalam investasi swasta tersebut meliputi PT Berdikari (Persero), PT Java Teak Indo, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park, PT Laziz Nusantara Grup, dan PT FYP Karya Perdana.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah juga membuka ruang bagi pembiayaan melalui skema KPBU, investasi swasta, dan hibah.
Kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pembangunan IKN sekaligus menciptakan peluang kerja bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Keterlibatan perusahaan dari beragam sektor juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha besar maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah untuk berkontribusi dalam pengembangan Nusantara.
Melalui diversifikasi sumber pendanaan dan partisipasi dunia usaha, Otorita IKN mendorong pembangunan kawasan yang melibatkan lebih banyak pihak di luar pemerintah.