Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Krisis Air Bersih di Sikka, Warga Terpaksa Minum Air Keruh dari Celah Batu

                           (Doc-Istimewa) 

Sikka, bukainnews.id – Krisis air bersih melanda warga Dusun Hepang, Nenbura, Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama musim kemarau. Kondisi tersebut memaksa warga memanfaatkan air keruh yang keluar dari celah batu di kebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga menggunakan air tersebut untuk mencuci, memasak, bahkan minum. Namun, mereka harus bersabar saat mengisi jeriken karena air dari celah batu itu mengalir dalam jumlah terbatas.

Setelah mengisi satu jeriken, warga perlu menunggu sekitar lima menit hingga celah batu kembali menampung air. Meski prosesnya memakan waktu, warga tetap mendatangi lokasi tersebut demi mendapatkan persediaan air.

Ibu-ibu hingga anak-anak terlihat berbondong-bondong membawa jeriken untuk mengambil air. Salah satunya Marta Pusha (60), yang pada Kamis (15/10) membawa lima jeriken untuk dibawa pulang ke rumah.

Marta menjelaskan, sebenarnya terdapat sumber mata air lain yang bisa dimanfaatkan warga. Namun, lokasinya berada di kawasan pegunungan dengan jarak sekitar tiga kilometer dari permukiman. Karena lebih dekat, ia memilih mengambil air keruh dari celah batu tersebut.

"Aduh, air ini kami susah sekali," katanya.

Marta menuturkan, warga sekitar setiap hari mengandalkan sumber air tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Di tengah sulitnya mendapatkan air bersih selama musim kemarau, ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan.

"Kami mau minta bantuan air bersih," ujar Martha.

Harapan warga Dusun Hepang kini tertuju pada bantuan pemerintah agar mereka bisa memperoleh akses air bersih yang layak untuk kebutuhan sehari-hari.