Gubernur Kalteng Disorot Saat Bahas Karhutla, Sebut 'Bercerai Kita Kawin Lagi'
Oktober 08, 2026
Palangkaraya, bukainnews.id — Pernyataan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuai sorotan. Agustiar menyebut karhutla sebagai takdir. Namun, ia juga mengatakan hampir 97 persen kejadian tersebut terjadi akibat ulah manusia.
Ia kemudian mengajak seluruh pihak memperkuat kebersamaan untuk menghadapi persoalan karhutla di Kalimantan Tengah. "Cara mengatasinya dengan melawan. Karena bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi," ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul ketika karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Data per 7 Oktober 2026 mencatat 5.848 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 17 ribu hektare.
Kondisi kebakaran juga berdampak terhadap kualitas udara di Palangka Raya.
Pada Kamis (8/10/2026), indeks kualitas udara atau AQI Palangka Raya tercatat mencapai 515 dan masuk kategori berbahaya.
Dampak kesehatan turut menjadi perhatian di tengah kondisi tersebut.
Kementerian Kesehatan mencatat 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Tengah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 40.363 kasus terjadi pada balita.
Situasi tersebut membuat penanganan karhutla dan dampak kabut asap menjadi persoalan yang masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.