Fenomena El Nino Sebabkan Danau di Ketapang Mengering, Permukaannya Penuh Retakan
Oktober 02, 2026
Kalimantan Barat, bukainnews.id – Sebuah danau di Desa Biksu Sarana, Jelai Hulu, Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), mengering akibat kemarau panjang. Kondisi permukaannya kini tampak seperti hamparan gurun dengan warna tanah kecokelatan.
Permukaan danau bekas galian tambang tersebut juga mengalami retakan besar di berbagai bagian. Kondisi itu menarik perhatian sejumlah orang yang datang untuk mengabadikan foto.
Pengguna TikTok @/tyaaaaaaaaa243 turut membagikan kondisi lokasi tersebut pada Jumat (2/10). Foto dan video itu memperlihatkan permukaan danau yang mengering dan penuh retakan.
Kemarau panjang turut melanda sejumlah wilayah Kalbar akibat fenomena El Nino. Kondisi tersebut juga berdampak pada sektor pertanian, khususnya tanaman padi.
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar mencatat El Nino membuat musim tanam padi mengalami keterlambatan. Fenomena tersebut bahkan berpotensi membuat petani kehilangan satu musim tanam pada 2026.
"Seharusnya Juli-Agustus 2026 sudah mulai tanam, tetapi Agustus justru mulai musim kering. Sampai sekarang belum bisa mulai tanam," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar Herti Herawati di Pontianak, Kamis (1/10), pada Jumat.
Meski kemarau masih berdampak, BMKG memprakirakan sejumlah wilayah Kalbar akan menerima hujan sedang hingga lebat. Prakiraan tersebut berlaku untuk periode Jumat hingga Minggu (2-4/10).
Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, hujan sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Bengkayang dan Kapuas Hulu pada Sabtu (3/10). Sementara pada Minggu (4/10), hujan dengan intensitas serupa berpotensi turun di Bekayang.